Pages

Saturday, January 19, 2013

Mengenal Budaya Betawi sambil Berwisata



Monica Oktaviana Riswanto
11140110149
E1



Kampung Betawi Setu Babakan merupakan sebuah perkampungan dimana lokasi tersebut ditujukan untuk melestarikan budaya Betawi yang saat ini mulai luntur di tengah masyarakat Jakarta sendiri. Kampung Betawi ini berlokasi di Setu Babakan, Jakarta Selatan yang lebih tepatnya beralamat di Jalan Mochamad Kahfi II, Setu Babakan yang ada di Jakarta Selatan, kelurahan Srengseng Sawah. Lokasi di Srengseng Sawah ini dipilih untuk dijadikan lokasi Kampung Betawi karena Srengseng Sawah di Setu Babakan tersebut dinilai sebagai lokasi yang paling sesuai dan tepat untuk didirikannya sebuah Kampung Betawi ini.
Seiring dengan majunya zaman dan ditambah dengan arus globalisasi di Indonesia yang berlangsung dengan kuat, mengakibatkan kebudayaan Betawi ini mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Karena mulai luntur dan dilupakannya kebudayaan Betawi di tengah masyarakatnya sendiri, maka dari itu, dengan adanya dorongan yang kuat dari para tokoh-tokoh Betawi, mereka mengusulkan kepada Bamus Betawi yang kemudian disampaikan lagi kepada pemda DPRD tentang pendirian Kampung Betawi yang tujuan dari didirikannya Perkampungan Betawi ini tak lain adalah untuk melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh Ibukota Negara Indonesia ini, yaitu budaya Betawi. Setelah usul dari para tokoh-tokoh Betawi tersebut disampaikan ke pemerintah, pada awalnya pemerintah memberikan tiga lokasi yang bisa digunakan untuk pendirian Kampung Betawi. Tiga lokasi yang diajukan oleh pemerintah tersebut adalah Rorotan, Srengseng yang berada di kawasan Jakarta Barat, dan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan yang saat ini ditempati sebagai Kampung Betawi seperti yang kita kenal sekarang ini. Srengseng Sawah dipilih sebagai Kampung Betawi karena Srengseng Sawah merupakan lokasi yang sangat tepat untuk dijadikan tempat wisata Kampung Betawi. Perkampungan Betawi ini dimulai pada Oktober 2000, dan akhirnya diresmikan pada 20 Januari oleh mantan gubernur DKI Jakarta, yakni Bapak Sutiyoso.

 
Dengan adanya tempat wisata Kampung Betawi yang terdapat di Setu Babakan sekarang ini, pasti akan ada kegiatan dari pihak pengelola Kampung Betawi ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas terutama untuk masyarakat Jakarta dan kota-kota sub-urban dari Ibukota Jakarta yang lainnya seperti Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi terhadap tempat wisata Kampung Betawi tersebut agar seluruh masyarakat tahu akan keberadaan tempat wisata Kampung Betawi yang ada di Setu Babakan ini. Kegiatan ini dilakukan melalaui internet, penyebaran brosur kepada masyarakat yang dituju, serta melalui PLBJ.
Kampung Betawi yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini berdiri diatas sebuah lahan yang memiliki luas sebesar 289 hektar dimana diatas lahan 289 hektar ini banyak berdiri rumah-rumah para warga, juga terdapat suatu panggung yang berfungsi sebagai tempat yang biasanya digunakan untuk mengadakan pagelaran tentang budaya-budaya Betawi yang dapat dinikmati oleh para pengunjung dari Kampung Betawi tersebut, dan terdapat pula sebuah danau di lahan Kampung Betawi ini yang juga digunakan untuk tempat bermain permainan air seperti permainan perahu dan lain sebaginya. Permainan air tersebut diberikan kepada seluruh pengujung yang datang dan ingin bermain, khususnya bagi pengunjung yang masih anak-anak.


 
Wisata Kampung Betawi Setu Babakan hanya dibuka untuk para pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga dan ingin lebih mengenal salah satu dari banyak kebudayaan yang dimiliki oleh Tanah Air kita, yang tak lain adalah kebudaayan-kebudayaan dari budaya Betawi ini pada weekends saja yaitu pada hari Sabtu dan hari Minggu, dan kita dapat berkunjung ke tempat ini mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pada hari-hari saat Kampung Betawi ini dibuka untuk umum (pengunjung). Pengunjung dari wisata Kampung Betawi Setu Babakan tersebut dapat mencapai 1.000 orang pengunjung. Pengunjung yang berkunjung ke tempat wisata Kampung Betawi ini tak hanya pengunjung local yang berasal dari Jakarta saja, namun juga tak jarang Kampung Betawi ini didatangi oleh pengunjung dari luar negeri. Seperti yang terakhir kali ini, Kampung Betawi ini didatangi oleh wisatawan mancanegara yang berasal dari Jepang. Para pengunjung yang mendatangi Kampung Betawi tersebut terlihat sangat antusias saat mereka berada di tempat wisata Kampung Betawi yang bertempat di Setu Babakan tersebut. Selain mereka dapat melepas penat di tempat yang masih sangat asri ini, mereka juga dapat mengetahui banyak dan kayanya kebudayaan yang dimiliki oleh budaya Betawi.
Bila kita ingin berkunjung ke tempat wisata Kampung Betawi yang ada di Setu Babakan ini, dan memiliki tujuan untuk wawancara langsung dengan pihak pengelola wisata Kampung Betawi maupun sekadar hanya ingin melakukan dokumentasi tentang wisata Kampung Betawi kita dapat meminta izin kepada pihak pengelola yang memiliki kantor di dalam kawasan wisata Kampung Betawi tersebut yang tepatnya berada di samping panggung dimana biasanya setiap pagelaran diadakan. Untuk masuk ke tempat wisata Kampung Betawi inipun kita juga tidak akan dipungut biaya apapun seperti karcis atau tiket untuk masuk. Kita hanya perlu membayar sebanyak Rp 5.000 untuk uang parkir, kalau kita membawa mobil ke tempat ini. Orang-orang yang terdapat di tempat wisata Kampung Betawi inipun juga semuanya sangat ramah dan terbuka dengan semua pengunjung yang berkunjung ke tempat wisata yang satu ini, yang tak hanya memberikan suasana yang nyaman bagi para pengunjung untuk bersantai namun juga memberikan pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan Betawi. Bahkan bila terdapat pengunjung dari tempat wisata Kampung Betawi, Setu Babakan yang tertarik dengan suatu kebudayaan yang dia lihat saat mereka berkunjung ke tempat wisata yang satu ini, seperti kebudayaan tari yang dimiliki oleh budaya Betawi, dan pengunjung yang bersangkutan mempunyai minat untuk mempelajari salah satu budaya dari budaya-budaya yang ada di budaya Betawi, pengunjung yang bersangkutan tersebut juga dapat mempelajari budaya yang ia minati tersebut. Yang perlu dilakukan hanya datang ke sanggar yang menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk mempelajari kebudayaan yang ingin dia pelajari, dan untuk mempelajari budaya-budaya Betawi tersebut dari sanggar akan dikenakan biaya juga.

 
Selain itu, jika kita ingin tinggal di Perkampungan Betawi ini dengan tujuan untuk meneliti tentang kebudayaan Betawi yang memerlukan waktu lama sehingga mengharuskan kita untuk tinggal disana, pihak dari Perkampungan Betawi, Setu Babakan tersebut telah memfasilitasi pengunjung-pengunjung yang memiliki maksud dan tujuan berkunjung seperti itu dengan penyediaan fasilitas home stay bagi pegunjung-pengunjung tersebut. Fasilitas home stay yang disediakan oleh pihak pengelola Kampung Betawi tersebut berjumlah 67 buah rumah. Rumah yang tersedia untuk home stay inipun juga didirikan dengan gaya rumah adat Betawi.
Di tempat wisata Kampung Betawi ini walaupun terkesan seperti hanya tempat untuk berekreasi, namun kita juga dapat mengetahui banyak tentang kebudayaan-kebudayaan Betawi karena setiap hari Sabtu dan Minggu, hari dimana Kampung Betawi ini dibuka umum untuk para pengunjung, para pengunjung akan mendapatkan suguhan berupa pertunjukan seni dan budaya dari budaya Betawi. Dari sinilah pengunjung yang hadir di Kampung Betawi ini dapat mengetahui lebih dalam akan kebudayaan Betawi yang sangat unik dan beragam. Bahkan merekapun juga bisa mempelajari kebudayaan Betawi. Dengan adanya Kampung Betawi inilah masyarakat akan mendapatkan banyak wawasan baru tentang kebudayaan Betawi, serta dengan ini masyarakat Indonesia dapat lebih sadar dan cinta dengan budaya-budaya yang ada di Indonesia yang salah satunya adalah kebudayaan Betawi. Sehingga kedepannya budaya Betawi akan terus hidup di tengah masyarakat Indonesia sendiri, dan semua orang Indonesia mau berpartisipasi dalam pelestarian budaya Betawi ini. Mengingat bahwa khususnya bagi warga Ibukota, Jakarta, tinggal di dalam sebuah kota dimana kota tersebut memiliki kebudayaan yaitu budaya Betawi. Jadi bagi mereka sudah seharusnya mereka suka dan cinta dengan budaya yang ada di kotanya sendiri dan ikutserta dalam usaha untuk melestarikannya.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tempat wisata Kampung Betawi yang berlokasi di Setu Babakan tersebut adalah pagelaran seni dan budaya yang diadakan di tengah panggung yang telah disediakan oleh pengelola Kampung Betawi. Pagelaran seni dan budaya yang dipertunjukan kepada para pengunjung tersebut antara lain adalah seperti tarian adat Betawi, seni music, dan juga teater tradisional. Semua pagelaran yang disajikan pada pengunjung tersebut, pagelaran ini dilakukan oleh orang-orang atau anggota dari sanggar-sanggar binaan studi Jakarta Selatan. Tak hanya pertunjukan pagelaran, namun juga terdapat pelatihan untuk tiga kegiatan seni dan budaya tersebut bagi seluruh anak-anak dan para remaja. Selain pagelaran seni dan budaya yang dihadirkan di Kampung Betawi ini, juga terdapat atraksi terhadap prosesi dari satu budaya yang ada di budaya Betawi. Adapun atraksi yang dipertontonkan adalah seperti dari prosesi upacara pernikahan adat betawi, aqiqah, khatam Al-Qur’an, injak tanah hingga ngederes dan masih banyak prosesi budaya yang lainnya. Sementara itu, tiap malam jumat, di tempat wisata Kampung Betawi ini juga diadakan sebuah pelatihan olah raga bela diri, yaitu silat Betawi.
Di Kampung Betawi inipun juga mempunyai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung Betawi ini. Terdapat tiga jenis agenda kegiatan yang diagendakan oleh Kampung Betawi. Tiga agenda kegiatan tersebut adalah Agenda Tahunan yang meliputi pecan nuansa Islami serta Pekan Lebaran. Agenda yang kedua adalah agenda rutin yang meliputi seluruh pagelaran seni dan budaya yang telah dijelaskan sebelumnya yang selalu dilaksanakan setiap hari Sabtu dan hari Minggu. Dan yang terakhir, agenda yang ketiga adalah agenda insidentil.



 
Selain adanya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Kampung Betawi ini, kita juga dapat mengetahui banyak tentang seluk beluk budaya Betawi lewat para pedangang yang banyak menjualkan jajanan khas Betawi seperti makanan yang sudah sangat sulit untuk kita temui di luar yaitu Kerak Telor, selain Kerak Telor kita juga dapat menjumpai dan menikmati makanan seperti Toge Goreng, Dodol khas Betawi, Laksa, Soto Betawi, Onde, Gado-Gado, Bir Pletok serta kita juga dapat memperoleh souvenir hasil pembuatan industry rumah tangga yang ada di Kampung Betawi Setu Babakan. Makanan-makanan khas Betawi maupun makanan khas daerah lain yang diperdagangkan disini memiliki cita rasa yang khas dan sangat terjangkau bagi seluruh kalangan yang sedang menghabiskan waktunya di Kampung Betawi Setu Babakan dan ingin mencicipi makanan khas Betawi yang ada disana. Selain makanan yang diperdagangkan oleh banyak pedagang di Kampung Betawi, kita juga dapat menjumpai seorang pedagang yang memperdagangkan baju adat Betawi dengan harga yang sama terjangkaunya dengan harga-harga makanan disana.
Selain pagelaran seni budaya serta wisata kuliner makanan khas Betawi, juga ada wisata agro. Wisata agro ini tidak seperti wisata agro pada umumnya dimana terdapat lahan tertentu yang digunakan sebagai lahan untuk tanam-menanam. Namun wisata agro di Kampung Betawi ini adalah segala jenis tanaman yang ditanam oleh para warga dari Kampung Betawi. Mereka menanamnya di masing-masing pekarangan rumahnya. Bila waktunya buah tersebut bisa dikonsumsi, dan terdapat wisatawan yang datang ke rumahnya. Maka tuan rumah akan menyambut wisatawan tersebut dan dengan segera mereka akan memetik buah yang ada di pekarangan rumahnya dan memberikannya kepada wisatawan tersebut sebagai bentuk dari rasa hormat mereka terhadap para wisatan.




 
Di kampung Betawi ini terdapat banyak warga yang bertempat tinggal di kawasan Kampung Betawi ini. Namun tak hanya orang-orang yang beretnis Betawi saja yang bisa tinggal di Kampung Betawi, Setu Babakan. Namun seluruh orang dari berbagai etnis dapat tinggal disini. Ibu Irma selaku salah satu anggota pengelola dari Kampung Betawi, Setu Babakan, mengatakan bahwa di Kampung Betawi tersebut 60% dari warga yang tinggal disana adalah orang asli Betawi, sedangkan 40% yang lainnya merupakan orang-orang yang memiliki etnis yang berbeda seperti Jawa, Sunda, bahkan juga terdapat orang-orang yang berasal dari luar pulau seperti Aceh, Papua, Makassar dan lain-lain.
Dengan multikulturalisasi yang tedapat di Kampung Betawi ini, rentan dengan terjadinya perselisihan antaretnis yang berbeda. Namun untuk menangani hal itu, warga yang berada di Kampung Betawi ini menanganinya dengan hal yang sangat sederhana dan cukup efektif untuk mencegah terjadinya masalah yang bisa timbul. Hal yang dilakukan itu adalah bagaimana mereka berkomunikasi satu sama lain terutama misalnya seperti orang Betawi yang hendak berkomunikasi dengan orang yang berasal dari Sunda. Maka mereka akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai media bagi mereka untuk berkomunikasi sehingga komunikasi mereka berjalan lancar dan tidak akan terjadi kesalahpahaman sehingga menimbulkan konflik apabila mereka menggunakan bahasanya masing-masing yang lebih bisa memicu terjadinya konflik antaretnis. Selain penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat untuk menghindari konflik dalam berkomunikasi, semua warga yang hidup di lingkungan Kampung Betawi tersebut diharapkan bisa selalu berlaku baik, memiliki sopan santun, dan tidak berbuat yang macam-macam di Kampung Betawi tersebut. Yang terpeenting adalah kelakuan kita di lingkungan ini dan kitapun juga harus menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di Kampung Betawi itu. Jadi bisa saya katakana bahwa dalam urusan konflik, orang-orang di Kampung Betawi ini lebih condong untuk menghindari konflik.
Satu lagi yang menarik yang terdapat dalam kebudayaan Betawi, yaitu budaya saat sedang berlangsungnya pernikahan yang menggunakan adat Betawi. Dalam pernikahan adat Betawi ini, pengantin pria akan datang ke rumah pengantin wanita dengan diiringi oleh arak-arakan. Sesampainya sang pengantin pria tiba di depan rumah pengantin wanita, maka pengantin pria dan seluruh arak-araknya akan disambut oleh keluarga dari pihak pengantin wanita. Sebelum pengantin pria dan keluarganya dapat masuk ke rumah dan melaksanakan acara upacara pernikahannya, maka akan terjadi balas-membalas pantun yang dilakukan oleh pihak pria dengan pihak wanita. Kegiatan ini dinamakan prosesi buka palang pintu. Setelah sesi balas-membalas pantun antara pihak pria dan pihak wanita usai, dilanjutkan dengan adu silat antara orang dari mempelai pria dengan mempelai wanita. Prosesi ini dimaksudkan untuk menguji mempelai pria bila dalam berumah tangga kelak dia bisa melindungi keluarganya. Setelah prosesi ini berakhir, maka pengantin pria dan keluarganya diperkenankan masuk ke dalam rumah dan acara upacara pernikahan dapat dilaksanakan.
Nah, pasti kalau menonton TV dan ada adegan pernikahan adat Betawi, pasti roti buaya tidak pernah absen. Setiap melihat roti buaya, saya selalu bertanya-tanya apa arti dibalik roti buaya ini dan kenapa harus roti ini berbentuk buaya. Arti dari penggunaan roti buaya ini tak lain sebagai lambang kesetiaan karena hewan buaya ini, dikenal sebagai hewan yang setia pada pasangan hidupnya.
Dengan adanya wisata kampung Betawi ini, marilah kita cintai budaya Betawi yang unik dan marilah kita lestarikan budaya dari nenek moyang kita.

No comments:

Post a Comment