Pages

Sunday, January 20, 2013

Cirebon Kota Sejarah

Nama : Monika Tanaya
Nim : 11140110003
Kelas : E1



                                         
          Saya memilih kota Cirebon untuk menjadi tugas akhir Komunikasi Antarbudaya, karena di kota Cirebon ini banyak sekali yang dapat kita ketahui tentang sejarah-sejarah Indonesia dan tentang kota Cirebon itu sendiri. Banyak kesan yang saya dapatkan pada kota ini. Banyak yang melihat mungkin Cirebon ini belum bisa sebagus Jogja ataupun Solo. Tetapi kota ini memiliki ciri khas tersendiri, yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi dan mencari tahu tentang kota ini.

          1 Desember 2012, tepat  pukul 20.00 WIB sampai di kota tujuan, yaitu Cirebon. Kota  yang ramah dan menjadi salah satu kota yang harus saya kunjungi lagi. Kuliner dan sejarahnya pun membuat saya tertarik untuk mencari tahu keindahan dari kota ini. Pada malam itu sudah terlihat budaya dari orang-orang sekitar. Mereka sangat hormat pada pejalan kaki. Saat saya ingin menyebrang kendaraan-kendaraan itu sudah mulai berhenti dari jarak sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter. Kendaraan disana pun sangat mematuhi tata tertib lalu lintas. 











 Stasiun Kereta Kota Cirebon



2 Desember 2012, pukul 10.00 WIB.

Keraton Kasepuhan

          Keraton ini adalah keraton pertama yang memiliki sejarah terbanyak dan keraton yang paling luas dibandingkan dua keraton lainnya. Keraton ini merupakan keraton Islam yang tidak membeda-bedakan agama lain karena memiliki unsur Hindu. Keraton ini merupakan penerus kerajaan Pajajaran. Keraton Kasepuhan sudah di kepalai oleh seorang sultan secara turun temurun. Sekarang sudah sultan yang ke 14 yang bernama Sultan Arif Natadiningrat, SE. Dalam Keraton Kasepuhan ini terdapat istana, museum benda kuno, dan museum kereta. Tetapi saya tidak mengunjungi kedua museum ini, karena pada saat itu keraton sedang dalam perbaikan. Keraton yang memiliki corak dari berbagai negara seperti China, Belanda, India dan dari beberapa negara Eropa ini memiliki paduan yang sangat indah dan menarik.

          Dalam keraton ini menggunakan bahasa yang santun dan sopan. Bahasa Jawa yang halus masih digunakan dalam Keraton Kasepuhan. Bahasa Jawa halus yang digunakan seperti ”dahar” yang artinya makan, ”sare” yang artinya tidur, ”siram” yang artinya mandi. Itu sebagian contoh bahasa Jawa halus yang digunakan dalam Keraton Kasepuhan ini. Keraton Kasepuhan merupakan keraton yang paling terawat daripada keraton lainnya. Walaupun keraton lainnya sama-sama dirawat, tetapi tidak seperti Keraton Kasepuhan yang sekarang terlihat modern, berbeda dengan zaman dulu yang masih menggunakan bahan bangunan dari batu bata untuk pembatasnya. Sekarang sudah menggunakan pagar dan terlihat lebih rapi.

  Sumur Kemandungan
                                                              
          
          Sebelum halaman keraton terdapat halaman luar yang merupakan tempat berkumpulnya prajurit-prajurit. Dan menjadi tempat untuk pemberhentian para pasukan yang selesai berlatih untuk perang dan berkuda. Di halaman luar ini terdapat sumur yang diberi nama Sumur Kemandungan. Air dari sumur ini berfungsi untuk mencuci keris, pedang, atau tombak pada 1 muharam sampai 10 muharam. Tetapi saat ini airnya hanya digunakan sebagai pencuci piring panjang. Piring panjang ini adalah tempat makan para Wali. Sumur ini diberi pagar karena tidak sembarang orang boleh menggunakan airnya. Hanya saat-saat tertentu saja untuk menggunakan air yang terdapat pada sumur ini.


Langgar Agung
                                                                     

          Di halaman itu juga terdapat Langgar Agung. Langgar Agung ini digunakan sebagai Musholah. Tetapi digunakan juga sebagai acara Turunnya Panjang Jimat, dimana acara ini merupakan memperingati Maulid Nabi dengan berbagai rangkaian acara seperti marhaban-an dan membaca kitab-kitab Islam. kemudian acara perarakkan dari istana dan menuju ke Langgar Agung tersebut. Acara ini sama seperti Sekaten di Keraton Jogjakarta.  

Taman Bundaran Dewan Daru
                                                     

          Taman Bundaran Dewan Daru merupakan taman dengan berbagai peninggalan dari beberapa kerajaan. Dewan Daru adalah nama sebuah pohon yang berbentuk seperti cemara dan batangnya yang wangi ketika dibakar menjadi bahan untuk dupa. Bundaran yang berarti tamannya berbentuk bundar, sedangkan Dewan berartikan perkumpulan dan arti dari Daru sendiri merupakan cahaya. 

          Terdapat pula patung Lembu Nandani yang dimana patung lembu ini adalah kepercayaan orang Hindu. Patung lembu yang merupakan hewan yang ditunggangi oleh Dewa Siwa ini melambangkan tidak membeda-bedakan agama. Semua agama itu sama hanya caranya saja yang berbeda dalam menyampaikan doa. Terdapat pula meja dan bangku yang terbuat dari batu. Meja dan bangku tersebut merupakan peninggalan dari kerajaan Kalingga Gujarat atau India yang dibawa oleh Dr. Raffles dari Inggris.

          Patung Macan ini melambangkan bahwa Keraton Kasepuhan merupakan penerus dari kerajaan Pajajaran. Dimana kita mengetahui bahwa Keraton Kasepuhan ini memiliki budaya atau kehidupan yang secara turun temurun. Kemudian terdapat 2 meriam pada sisi kanan dan kiri dari patung macan tersebut. Meriam-meriam tersebut memiliki nama yaitu Ki Sato Ma dan Nyi Sato Mi. Dimana meriam dengan nama Ki Sato Ma merupakan laki-laki dan Nyi Sato Mi adalah perempuan. Meriam tersebut peninggalan dari kerajaan Galuh Papuan.Terdapat juga sebuah pendopo yang dinamakan pendopo Sri Manganti. ’Sri’ yang mengartikan raja atau Sri Sultan sedangkan ’manganti’ yang artinya menanti. Jadi pendopo ini berfungsi untuk menunggu keputusan atau perintah dari Sultan kepada para bawahannya. 


Patung Lembu Nandani
Patung Macan














Motif Mega Mendung

          Motif Cirebon yang disebut dengan Mega Mendung ini merupakan ciri khas dari Cirebon atau Keraton Kasepuhan. Mega Mendung ini merupakan simbol yang memiliki arti dimana seseorang yang sudah menjadi pemimpin itu harus bisa memimpin rakyatnya dengan bijak. Kemudian terlihatlah seperti lobby yang terdapat di belakang Mega Mendung yang diberi nama Kuncung. Selain itu yang terlihat seperti ruang tunggu itu diberi nama Sinem Pangrawit. Sinem Pangrawit ini merupakan tempat kecil yang memiliki arti niat yang baik dan niat yang halus. Berfungsi untuk menerima tamu-tamu kerajaan. 

          Kemudian kita memasuki isi dalam Keraton Kasepuhan. Dimana terlihat rapi dan bersih. Keraton ini pun memiliki unsur Fengshui dari China. Dimana pintu depan dan belakang tidak boleh sejajar karena melambangkan apa yang masuk dari telinga kiri keluar dari telinga kanan. Dimana rejeki yang masuk harus lebih banyak sedangkan yang keluar harus lebih sedikit. Di dalam keraton ini masih digunakan untuk upacara atau memperingati hari lahir Nabi Muhammad.

Isi dalam Keraton

Bangsal Prabayaksa
 
          Di dalam keraton terdapat Bangsal Prabayaksa. Bangsal Prabayaksa ini dulu merupakan tempat untuk musyawarah dengan menteri-menteri kerajaan dan sekarang digunakan untuk tamu-tamu kenegaraan. Praba yang artinya prabu atau besar, yaksa yang artinya sayap. Maksudnya adalah seorang pemimpin harus bisa melindungi rakyatnya seperti induk ayam melindungi anak-anaknya dengan menggunakan sayapnya. Terdapat Bangsal Panembahan kain warna warni yang terletak di belakang kursi sultan. Ada 9 warna warni yang merupakan warna-warna dari para wali songo. Sedangkan kain yang berwarna putih merupakan warna sang sultan.

          Kemudian terlihatlah relief yang bercorak warna-warni. Dan memiliki piringan-piringan yang terbuat dari keramik. Piringan-piringan ini diberikan oleh Kaisar Ming dari China pada tahun 1424. Di samping-samping relief ini terdapat piringan-piringan yang berwarna biru dan coklat. Dari piringan tersebut terdapat gambar-gambar. Pada piringan yang memiliki gambar warna biru itu merupakan gambar pemandangan dari Belanda. Sedangkan pada piringan yang gambarnya berwarna coklat merupakan kisah perjalanan para nabi yang terdapat pada alkitab perjanjian lama. 

Relief







                Piringan biru








           Piringan Coklat










Warna Wali Songo dan Tahta Sultan
         
          Relief ini bernama relief Kanigara yang mengartikan kenegaraan dan memiliki corak kembang teratai dari China. Arti dari bunga teratai ini merupakan pengayoman dari pemimpin untuk rakyatnya. Sedangkan ada buah manggis yang berarti kejujuran harus ada dalam setiap jiwa pemimpin. Buah delima melambangkan rukun Islam. Ada 5 rukun Islam, yaitu membaca 2 kalimat syahadat, salat, puasa, zakat, pergi haji jika mampu. Bunga teratai yang bermekaran pada relief tersebut merupakan lambang dari salat 5 waktu yang terdapat pada agama Islam. Burung yang berwarna putih merupakan burung dang-dang wulung manuk ke manuk keduo yang memberi arti seorang pemimpin itu harus pandai berbicara. Untuk burung yang berwarna hitam itu merupakan godaan. Dimana ilmu yang semakin tinggi godaannya akan semakin banyak dan berat. Warna-warna yang terdapat pada keraton ini memiliki arti tersendiri. Merah merupakan keberanian, kuning keagungan, hijau tentang keagamaan, putih mengartikan kesucian, hitam merupakan kedamaian. 


3 Desember 2012

Keraton Kacirebonan

          Di Cirebon ini memiliki 4 keraton. Ada Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, dan Keraton Keprabon.

          Di keraton yang satu ini kita bisa mempelajari tari topeng. Karena dalam keraton ini terdapat sanggar seni. Kita bisa mempelajari seni-seni khas Cirebon terutama tari topeng. Tari Topeng yang populer di manca negara, tidak hanya di dalam negeri melainkan di luar negeri pun tarian ini dapat memancing para wisatawan untuk berkunjung dan mempelajari Tari Topeng. Dalam Keraton ini tidak banyak yang bisa kita lihat kita hanya bisa melihat-lihat sedikit terutama bisa melihat sanggar seni dan sedikit melihat topeng-topeng. 



Isi Keraton Kacirebonan


Contoh Topeng

Nama Sanggar Seni

 













          Masyarakat sekitar secara turun temurun mengharuskan anak-anak mereka untuk melestarikan budaya atau seni dari kota Cirebon ini terutama Tari Topeng. Macam-macam topeng, Topeng Panji berwarna putih mengartikan kesucian, Topeng Samba berwarna putih berambut mengartikan kita selalu ingin mencari tahu, Topeng Rumyang mengartikan kelabilan, Topeng Temenggung menggambarkan kedisiplinan dan kemapanan. 

          Teori yang digunakan budaya itu diturunkan dari generasi ke generasi. Budaya adalah pewarisan sosial yang mengandung pandangan yang sudah dikembangkan jauh sebelum kita ada. Seperti pada keraton-keraton yang ada di Cirebon ini. Keraton ini dibangun bertujuan untuk menurunkan segala budaya yang sudah ada pada keturunan mereka. Budaya yang diturunkan sejauh ini kesenian, bahasa, dan tata budaya dari keraton tersebut. 
Budaya berdasarkan pada simbol, dalam keraton ini memiliki banyak simbol dan memberitahu kita apa arti setiap simbol yang ada. Seperti pakaian, lambang-lambang yang ada pada keraton tersebut. Keraton ini terbuka untuk umum, boleh dikunjungi oleh siapapun asal niatannya baik untuk berkunjung. 

          Pukul Sekian observasi saya mengenai sejarah pada Cirebon. Kota yang indah, sejuta cerita, sejuta sejarah, sejuta cinta terhadap budaya dan sejuta pengalaman yang bisa didapatkan dari kota yang tenang ini. Sopan dan menghargai orang lain bisa kita rasakan pada kota ini. Beberapa kuliner juga bisa kita nikmati disini seperti Empal Gentong, Tahu Gejrot, dan Nasi Jamblang. Harga cukup terjangkau untuk kuliner-kuliner tersebut. Sampai berjumpa lagi Kota Cirebon.

1 comment:

  1. Ass Wr Wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini RISWANTO AKIL seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU YOSHI yg dari singapur tentan Pesugihan Kyai. Dimas Kanjeng yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk menarik dana Hibah Melalui ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti dan mendapat hasil tarikan RM.347.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan mobil walaupun sy Cuma pekerja kilang di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih banyak kepada Kyai. Dimas Kanjeng dan jika anda ingin seperti saya silahkan Telefon di 082312910909 Untuk yg di luar indon telefon di +6282312910909,Atau Kunjugi Website/Situs Padepokan Dimas Kanjeng KLIK DISINI
    saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Kyai. Dimas Kanjeng saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI,
    KEAMPUHAN ZIKIR Kyai. Dimas Kanjeng
    1.Penarikan Dana Hibah Melalui Bank Ghaib
    2.Penarikan Uang Melalui Mustika
    3.Ritual Angka Tembus Togel/Lotrey
    4.Jimat Pelaris
    5.Perintah Tuyul
    Dan Masih Banyak Lagi, Kyai. Dimas Kanjeng Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia.
    SYARAT SEBAGAI BERIKUT:
    BERJANJI AKAN MEMBANTU SESAMA YANG MEMBUTUHKAN
    BERJANJI TIDAK AKAN SOMBONG DAN SELALU RENDAH HATI
    BERJANJI AKAN MEMULAI HIDUP YANG BARU BERJALAN KE JALAN YANG BENAR,
    BERLUTUT DAN MEYEMBAH KEPADA ALLAH SWT.
    "Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali"

    "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan." Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: "Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membari Petunjuk." (HR Abu Dawud 4/353)

    PESUGIHAN TANMPA TUMBAL

    PENARIKAN DANA HIBAH

    PENARIKAN UANG MENGUNAKAN MUSTIKA

    ReplyDelete